octolament
October 20th, 2007 by littlewhitelieswaiting is sucks! yes, it sucks.
waiting is sucks! yes, it sucks.
baru hari ini dapat info dari milis kalo ada album baru judulnya eraser, artisnya thom yorke cuma dia katanya ga mau dibilang ini proyek solonya, kenapa juga ya? album ini di indo cuma didistribusikan oleh aksara records.. waduh, kapan aku bisa beli album keluaran aksara kalo disini. bisanya paling di jogja, atau beli bajakan kalo ada tentunya.. malam ini juga aku iseng cari di pusat bajak musik multiply, eh ternyata ada juga.. dari hasil search pertama ada yang upload satu album tapi ternyata sudah dihapus, tapi untung ada satu lagi, cuma yang ini 3 lagu doang sih. tapi tetep sikat aja bleh..!!
habis ini pulang warnet baru bisa aku dengerin.. kalo inget ntar aku kasih tahu gimana bunyinya kalo thom kerja sendirian (tetep bareng stanley downwood & nigel goodrich dink) semoga perbandingannya ga kayak albumnya smashing pumpkins dan billy corgan, the verve dan richard ashcroft, rialto dan louis elliot.. ya aku suka semua album mereka sih, cuma kayaknya kentara banget kurangnya kalo dibandingin dengan satu grup. kayak pincang begitu deh.. tapi aku harap pengakuan bahwa yang katanya thom paling gila tekno dibanding anggota radiohead yang lain akan membuat album ini bisa sehati denganku.. aku pikir dia bisa lebih blak-blakan juga sih (heran, ada juga ripiu album ini yang masih membandingkan thom dengan kurt cobain)
eh ngomong2 ini bukan berita baru ya? aku kok jadi ragu sendiri jangan-jangan cuma aku aja yang ketinggalan jaman, lah biasalah wong urip ning ndeso ngene..modar tenan!
sorry, to be honest, i feel no sorry for the dead police.., berikut beberapa kejadian ‘kecil’ sebelum aksi bentrok, siapa yang lebih menderita kini?
Pada tanggal 21 Februari 2006 jam 12.30 WIT ketika masyarakat sedang melakukan
pendulangan di Kali Kabur Wanamon. Tiba-tiba satu Kompi pasukan gabungan TNI,
Brimob bersama Satpam melakukan sweeping untuk mengusir pendulang dari areal
kali Kabur Wanamon. Ketika itu menurut saksi mata, aparat melakukan pengusiran
dengan paksa dan kekerasan. Masyarakat pendulang di pukul dengan mengunakan
popor senjata. Seorang warga dipukul sampai muntah darah, melihat temannya
terkapar, masyarakat lainnya melakukan perlawanan dengan melempar batu ke arah
aparat.
Aparat yang merasa dilawan langsung melakukan penembakan terhadap
kerumunan warga sipil. Akibat dari rentetan tembakan ini mengakibatkan 5 orang
menderita luka tembak. Sampai saat ini masyarakat yang menjadi korban adalah
dari Suku Dani 3 Orang yaitu; Melinus Tabuni, Yulian Murib dan Leo Waker, dari
Suku Moni 1 Orang yaitu Molinus dan Suku Damal 1 orang yaitu Jekson Magai.
Mendegar kejadian tersebut, masyarakat Pendulang di Sepanjang Kali Kabur
Wanamon lainnya bergerak menduduki Jalan Utama di PT.Freeport Indonesia di Ridge
Camp, di Mile 72-74, Tembagapura. Jalan itu merupakan satu-satunya akses ke
lokasi pengolahan dan penambangan Grasberg dari permukiman karyawan PT Freeport
Indonesia. Ratusan warga melakukan pembakaran ban dan melakukan pendudukan dari
jam 15.00. Pendudukan ini mengakibatkan operasi penambangan di PT. Freeport
berhenti. Ada juga peralatan berat milik perusahaan yang dibiarkan di jalan
masuk persimpangan Mile 72-74 oleh karyawan putra daerah sebagai rasa simpati
kepada warga.
Sampai 20.45 WIT warga masih berada di lokasi di Mile 74
sambil meneriakkan yel-yel dalam bahasa daerah dan menyalakan api unggun.
Operasi penertiban ini merupakan operasi yang sudah dilaksanakan sejak
tahun 2002 untuk menertibkan kawasan di Ridge Camp dari pendulangan warga, yang
diantaranya berasal dari Utikini Lama, SP XII, SP IX juga dari Beoga. Polsek
Tembagapura bekerjasama dengan TNI, Satpol PP, Pengadilan Negeri Timika selama
Januari-Februari sudah melaksanakan Operasi Justisi untuk menertibkan area kerja
perusahaan yang sering dijadikan oleh warga untuk mendulang dengan alasan sudah
ada larangan dari pihak perusahaan maupun pihak aparat kepolisian.
Warga
menyatakan mereka akan membuka jalan utama operasi PT.Freeport Indonesia
apabilah tuntutan mereka terpenuhi. Tuntutan masyarakat antara lain adalah:
menuntut Jemms Movef (Presiden Freeport) dan Thomas Benal (Ketua LEMASA, DAP)
hadir dilapangan dan melakukan dialog untuk mendengarkan aspirasi mereka,
meminta untuk menarik militer dan Brimob dari seluruh areal pertambangan
PT.Freeport Indonesia. Warga mempertanyakan mengapa mereka dilarang mendulang
emas, padahal mereka melakukan pendulangan dari sisa pembuangan limbah PT
Freeport. Warga juga mengatakan bahwa pendudukan akan berlangsung terus sampai
kasus ini diusut tuntas. Pendudukan masih terus berlangsung sampai hari ini
(23/2).
Pada 22 Februari, Aksi solidaritas dilakukan ratusan orang yang
tergabung dalam ‘Front Rakyat Papua Anti Militerisme untuk korban bentrok di
Timika dan Wagete’ memblokir jalan utama jurusan Abepura - Waena, atau tepatnya
di depan Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen).
23 Februari 2006,
pukul 23.00 WIT, kembali terjadi insiden berdarah. Di Mil 74 yang di blokade
oleh penduduk sipil, terjadi bentrokan antara penduduk dan aparat gabungan
Brimob dan Kostrad. Kembali terjadi penembakan. Dilaporkan 1 orang meninggal dan
1 orang luka parah
25 Februari 2006, terjadi negosiasi antara PT
Freeport dan Kepolisian dengan masyarakat penambang tradisional dari 7 suku.
Freeport menjanjikan bersedia memenuhi tuntutan warga. Warga dari 7 suku
meninggalkan lokasi jalan yang diduduki.
26 Februari 2006, MRP mendatangi
Freeport, protes karena dihalangi dan tidak diikutsertakan dalam negosiasi
dengan masyarakat penambang tradisional.
Berbagai persoalan yang ditimbulkan
Freeport memang amat merugikan warga sekitar. Sejak 1973, setidaknya 7.275 ton
tailing setiap hari membanjiri sungai Ajkwa yang menjadi urat nadi kehidupan
suku-suku lokal di sekitar Timika. Tidak hanya ikan-ikan dan aneka satwa yang
hidup di dalamnya punah dilibas racun, bahkan untuk minum dan mandi pun, sungai
itu sudah tak lagi mungkin dipergunakan.
Sejak 1988 buangan tailing itu
meningkat menjadi sekitar 31 ribu ton per hari, dan menurut data Jaringan
Advokasi Tambang, LSM yang bergiat dalam pemberdayaan masyarakat sekitar
pertambangan, kini telah menjadi sekitar 223.100 ton setiap hari.
Tailing
juga mematikan ratusan hektare hutan alam di wilayah pengendapannya. Kebun-kebun
sagu Suku Komoro di Koperaporka pun ikut mati, terendam rembesan tailing.
Hewan-hewan lunak (moluska), yang sebelumnya menjadi sumber penghasilan
istri-istri nelayan Komoro, kini tak lagi berharga.
source: http://jakarta.indymedia.org/newswire.php?story_id=624&topic=represivitasaparat
PT Freeport Indonesia sejak awal sudah tidak
bersahabat dengan penduduk lokal, seperti, mengacuhkan hak tanah dan kepentingan
penduduk lokal. Bahkan lebih buruknya lagi menggunakan aparat keamanan untuk
melakukan kekerasan. PT.Freeport merupakan perusahaan penambangan emas dan
tembaga terbesar Amerika Serikat (AS) di Indonesia yang beroperasi di kawasan
Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.
Dahulu di tengah masyarakat ada mitologi menyangkut manusia
sejati, yang berasal dari sebuah Ibu, yang menjadi setelah kematiannya berubah
menjadi tanah yang membentang sepanjang daerah Amungsal ( Tanah Amugme ), yang
menjadi bagian dari wilayah kontrak karya PT Freeport Indonesia.
Sejak
tahun 1971, PT Freeport Indonesia, masuk ke daerah keramat ini, yang tidak
diijinkan secara adat dimasuki secara turun -temurun yakni di daerah "kepala"
dari Ibu mereka ( Ersberg — yg open pit-nya telah ditambang sampai habis pada
tahun 1989, lalu berlanjut oleh Ginandjar Kartasasmita, selaku Mentamben pada
tahun 1996, pada KK di wilayah Grasberg Open Pit, DOZ, IOZ, DOM, Kucing Liar,
Amole dengan ijin produski yang tercantum pada AMDAL adalah 300 ribu /ton/hari
). Bahkan sejak tahun 1971 itulah warga Amugme dipindahkan ke luar dari wilayah
"leher" Ibu mereka ke wilayah kaki (suku Komoro, kira-kira di mile 65-74. FYI,
mile 74 sudah masuk garis pantai. Akibat pemindahan ini, maka ada berpuluh
bahkan beratus orang yang mati. Hal ini karena daya tahan tubuh terserang kuman
penyakit yang berada di daerah dataran renda/ rawa (misalnya
malaria).
Sejak tahun 70-an itulah, Kelly Kwalik yang adalah seorang guru
agama meletakan kantur tulis-bolpen-buku, masuk ke dalam hutan dan memimpin
gerakan OPM di wilayah Timika dan sekitarnya. Ia mau membela eksistensi suku dan
bangsanya yg telah digadaikan sejak jaman Ibnoe Soetowo bertemu Henri Kensinger
di Washington DC pada tahun 1967 itu. Saat itu tahun 1970-an tengah terjadi
perang melawan TNI di suku Yali, Damal dan Dani, yang memakan korban ribuan
orang. Puncaknya bahkan TNI AU yang bermarkas di Baukau TL pada tahun 1979
mengerakan pesawat Tempur-nya untuk membombardir dan menembak ribuan orang suku
ini.
Selama perang, banyak diceritakan bahwa para perempuan diperkosa,
suami isteri disuruh berhubungan sex di depan umum, bahkan ada isteri yang
disuruh memakan kelamin suaminya (setelah suaminya di bunuh). Kubur hidup yang
digali oleh mereka pun, tekadang hanya pas untuk badannya, yang kemudian disuruh
masuk dan ditembak mati, sehingga ia mati berdiri (tengkorak mereka yg mati
berdiri pada saat ini bisa di lihat di wilayah kecamatan Piramid).
Pada
tahun 1980-an, mulai dilakukan operasi budaya. Ada pelarangan permaian musik
khas wilayah suku - suku di wilayah Peng. Tenggah Papua ( Dani, Mee, Yali,
Damal, Amugme ), pelarangan penggunaan koteka, wajib ‘jatah beras’, wajib
belajar kurikulum nasional, dan ada kasus pembunuhan Arnol Ap pada April 1984,
dll.
Pada tahun 1995-1996 terjadi beberapa kali bentrok di areal
penambang PT Freeport Indonesia antara penduduk dengan aparat keamanan yang
menjaga PF Freeport. Bocoran laporan keuangan tahunan PF Freeport Indonesia pada
tahun 1996 tertulis Soeharto mendapat ‘ oleh-oleh’ Rp. 32 milyar rupiah.
Pada kurun waktu yang sama, dengan adanya ‘drama’ penyanderaan di
Mapenduma. Di mana Prabowo S membawa Kopassus, serta tentara sewaan dari Inggris
dan Afrika Selatan (mereka yang disebutkan akhir ini diangkut dalam pesawat
Palang Merah Internasional yang menembaki OPM dari dalam pesawat tersebut ).
Bersamaan dengan waktu itu, di kota Timika dan sekitarnya masyarakat suku Amugme
di Timika di paksa untuk menunjukkan di mana beradanya Kelly Kwalik dan
pasukannya. Banyak yang disiksa.
Pada saat itulah Mama Yosepha Alomang
(pada tahun 2001 mendapatkan Goldman Environmental Prize), seorang ibu rumah
tangga, dimasukan oleh TNI ke dalam kointainer milik PT Freeport Indonesia
bersama ‘kotoran manusia’ selama 1 minggu.
27 Desember 2005, kita semua
baru saja mendapatkan laporan dari New York Times tentang PT FI, " Di bawah
Gunung Kekayaan mengalir Sungai Limbah’ oleh Jane Perlez dan Raymond Bonner,
yang menyebutkan 1998 - 2004 ada $ 20 juta yang mengalir ke pihak militer,
bahkan menuju ke dalam kantong beberapa ‘person’ jenderal, kolonel, letkol.
Seolah - olah PT FI ‘memelihara’ TNI. Freeport diduga membayar jutaan dolar
kepada sejumlah pejabat militer di Papua dan memberikan fasilitas khusus kepada
militer dan kepolisian demi mengamankan operasi pertambangan
mereka.
pernyataan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono kepada Financial
Times, 7 Februari 2006 yang berminat menyusun perubahan aturan tentang hubungan
korporasi dan militer Indonesia, untuk membuka peluang bagi TNI baik institusi
dan anggotanya untuk kembali berbisnis dan menikmati kucuran dana dari
korporasi.
baru kali ini saya bisa menikmati punya sendiri, lihat dan klik saja alamat-alamat di http://onemoretunes.multiply.com/links
* hanya sayang belum bisa rampok-rampok di komputer orang lagi
– dan otak pun semakin penuh dengan password, user i.d, account, buka sana buka sini –
siapa yang juga pernah memelihara / terdaftar di:
7 alamat email (4 yahoo, 2 gmail, 1 catholic.org)
lebih dari satu account friendster (jumlah dirahasiakan)
1 myspace
2 blogger (tdk termasuk blognya FS ini)
1 multiply
1 flickr
1 forum kamera
1 imdb
1 m3account
belasan milis (tepatnya lupa)
kayaknya masih ada yg lain lagi, tapi rasanya juga cuma itu aja.. (pin atm tdk termasuk)
fuih, mungkin saya kebablasan, untung simcard ga pake pin juga
(yup, we’re gonna kill the president)
It came from the skies It burst throught the gates With no mercy or disguise With their hearts set out in flames I know I’ve seen the master plan
Well I’m just a man I’m not giving in All the people understand For they all fell down and prayed I know I’ve seen the master plan They’ve killed the president!
It came from the skies In all shades of green We can always justify We can measure up your dreams I know I’ve seen the master plan
They’ve killed the president
I’m just a man
I may not always love you But long as there are stars above you You never need to doubt it I’ll make you so sure about it God only knows what I’d be without you
If you should ever leave me Though life would still go on believe me The world could show nothing to me So what good would living do me God only knows what I’d be without you
If you should ever leave me Well life would still go on believe me The world could show nothing to me So what good would living do me God only knows what I’d be without you
this one is sucks.
i need no congrats, i’m sorry